Amalan Para Wali Allah Yang Menjadikan Mereka Wali

Amalan Para Wali Allah Yang Menjadikan Mereka Wali – Wali Allah atau para kekasih Allah adalah hamba-hamba yang sangat istimewa. Tidak selalu istimewa di mata manusia, tapi pastinya istimewa di mata Allah. Allah mencintai mereka, dan mereka mencintaiNya.

Perjalanan menuju derajat kewalian tidak bisa diraih dengan mudah. Diperlukan keikhlasan dan keistiqomahan dalam memegang prinsip-prinsip agama.

Meraih puncak tangga kewalian hanya bisa dicapai ketika seseorang telah beristiqomah dalam menjaga syariat. Bukan serta merta dan tiba-tiba mengaku wali melalui wirid tertentu dalam waktu singkat.

Amalan para wali Allah yang akhirnya membuat mereka menjadi kekasih Allah termaktub dalam sebuah hadits Qudsi.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: إِنَّ اللهَ تَعَالَى قَالَ: مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ، وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُهُ عَلَيْهِ، وَلاَ يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ، وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا، وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا، وَلَئِنْ سَأَلَنِي لأُعْطِيَنَّهُ، وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِي لأُعِيْذَنَّهُ [رواه البخاري]

Dari Abu Hurairah –semoga Allah meridhainya- ia berkata: Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda:

Sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman: Barangsiapa yang memusuhi wali-Ku, Aku umumkan perang terhadapnya. Tidaklah hambaKu mendekatkan diri kepadaKu dengan sesuatu yang lebih Aku cintai dibandingkan ia melakukan hal yang Aku wajibkan terhadapnya. HambaKu senantiasa mendekatkan diri kepadaKu dengan amalan-amalan sunnah (nafilah) kecuali Aku mencintainya. Jika Aku mencintainya, Aku adalah (yang menolong) pendengarannya saat ia mendengar, penglihatannya saat ia melihat, tangannya saat ia memukul, dan kakinya saat ia melangkah. Jika ia meminta kepadaKu, sungguh Aku akan memberikannya. Jika ia memohon perlindungan kepadaKu, Aku akan melindunginya (H.R al-Bukhari)


BACA JUGA:


Amalan Para Wali Allah yang Didawamkan

Dari hadits qudsi di atas, bisa disimpulkan bahwa seorang yang telah memilih Allah sebagai pelindungnya (menjadi wali Allah) selalu berusaha mendekat pada Allah lewat amalan-amalan fardhu dan menambahnya dengan amalan sunnah.

Amalan ini dilakukan selama bertahun-tahun semasa hidupnya secara istiqomah. Pada akhirnya ia akan sampai pada kondisi di mana ia tak punya rasa takut maupun sedih sama sekali seperti yang disebutkan dalam QS Yunus: 62 berikut.

أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّـهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”

Ciri-Ciri dan Sifat Seorang Wali Allah

Seorang wali Allah memiliki ciri-ciri di antaranya adalah memiliki jiwa yang dermawan, hati yang bersih dari penyakit hati, dan penuh kasih sayang. Selain itu, mereka memiliki sifat zuhud, wara, qanaah, serta rajin ibadah mendekatkan diri kepada Allah SWT dari waktu ke waktu.

Itulah sekelumit mengenai amalan para wali Allah yang membuat mereka meraih maqam wali. Adapun maqam atau derajat wali hanya bisa diketahui setelah yang bersangkutan meninggal dunia. Wallahu a’lam bish shawab.