Tasbih Karomah

TASBIH KAROMAH yaitu tasbih yang terbuat dari batu alam hijau 99 butir yang sudah didoakan/diberkati dengan wirid, dzikir, hizib serta doa-doa yang di ajarkan beberapa Waliyulloh. Dengan izin Allah, dari Tasbih Karomah ini terpancar daya ” nur karomah ” yang dapat Anda pakai juga sebagai fasilitas pendukung untuk menangani semua permasalahan kehidupan serta untuk beragam kepentingan.

tasbihkaromah4

Tasbih Karomah dapat dipakai oleh pria serta wanita semua umur. Tak ada pantangan serta tanpa ada dampak samping. Diberkati dengan daya ilahiah, bukanlah khodam jin. Pas untuk muslim atau muslimah. Tetapi dapat juga untuk seluruhnya pemeluk agama. Lantaran ajaran islam yaitu rahmatan lil alamin dengan kata lain rahmat untuk semua alam. Prasyaratnya cuma satu, yakni pakai untuk kebaikan saja.

KAROMAH yaitu keajaiban yang didapatkan Allah pada beberapa Wali. Sedang untuk orang umum seperti kita ini, Allah mungkin memberi Ma’unah. Apakah itu? Maunah yaitu pertolongan dari Allah atau keajaiban yg tidak diduga-sangka. Tanda-tanda orang yang memperoleh ma’unah yaitu dalam aktivitas keseharian dia terlihat umum, tetapi saat memerlukan, ada saja keajaiban yang berlangsung.
Apakah itu istiqomah? Istiqomah yaitu lakukan satu amalan dengan cara kontinyu dengan dibarengi keimanan serta kesungguhan pada apa yang diamalkannya. Sebagian ulama bahkan juga memiliki pendapat bahwa ” istiqomah tambah baik dari 1000 karomah “. Hal semacam ini lantaran Istiqomah yaitu pohonnya, sedang karomah hanya salah satu buah dari pada istiqomah.

Read more about Tasbih Karomah

Sunan Muria

Sunan Muria

1. Asal usul Sunan Muria

Beliau adalah putra Sunan Kalijaga dengan Dewi Saroh. Nama aslinya Raden Umar Said. Seperti ayahnya,  dalam  berdakwah  beliau  menggunakan  cara  halus,  ibarat  mengambil  ikan  tidak sampai mengeruhkan airnya. Itulah cara yang ditempuh untuk menyiarkan agama Islam di sekitar Gunung Muria.

Tempat tinggal beliau di gunung Muria yang salah satu puncaknya bernama Colo.

Letaknya di sebelah utara kota Kudus. Menurut Solichim Salam, sasaran dakwah beliau adalah para pedagang, nelayan, pelaut dan rakyat jelata. Beliaulah satu-satunya wali yang tetap mempertahankan kesenian gamelan dan wayang sebagai alat dakwah untuk menyampaikan Islam. Dan beliau pula yang menciptakan tembang Sinom dan Kinanti.

2. Sakti Mandraguna
Bahwa Sunan Muria itu adalah Wali yang sakti, kuat fisiknya dapat dibuktikan dengan letak padepokannya yang terletak di atas gunung. Menurut pengalaman penulis jarak antara kaki undag-undagan atau tangga dari bawah bukit sampai ke makam Sunan Muria ( tidak kurang dari 750 M ).

Bayangkanlah, jika Sunan Muria dan istrinya atau dengan muridnya setiap hari harus naik-turun, turun-naik  guna  menyebarkan  agama  Islam  kepada  penduduk  setempat,  atau  berdakwah kepada para nelayan dan pelaut serta para pedagang. Hal itu tidak dapat dilakukannya tanpa adanya fisik yang kuat. Soalnya menunggang kuda tidak mungkin dapat dilakukan untuk mencapai tempat tinggal Sunan Muria. Harus jalan kaki. Itu berarti Sunan Muria memiliki kesaktian tinggi, demikian pula murid-muridnya.

Read more about Sunan Muria

Sejarah Sunan Kudus

Sunan Kudus

1. Asal – Usul

Menurut  salah  satu  sumber,  Sunan  Kudus  adalah  Raden  Usman  haji  yang  bergelar  Sunan Ngudung dari Jipang Panolan. Ada yang mengatakan letak Jipang Panolan ini di sebelah utara kota Blora. Didalam Babad Tanah Jawa, disebutkan bahwa Sunan Ngudung pernah memimpin pasukan Demak Bintoro yang berperang melawan pasukan Majapahit.

Sunan Ngudung selaku senopati Demak berhadapan dengan Raden Timbal atau Adipati Terung dari Majapahit. Dalam pertempuran yang sengit dan saling mengeluarkan aji kesaktian itu Sunan  Ngudung  gugur  sebagai  pahlawan  sahid.  Kedudukannya  sebagai  senopati  Demak kemudian digantikan oleh Sunan Kudus yaitu putranya sendiri bernama asli Ja’far Sodiq.

Pasukan Demak hampir saja menderita kekalahan, namun berkat siasat Sunan Kalijaga, dan bantuan  pusaka  dari  Raden  Patah  yang  dibawa  dari  Palembang  kedudukan  Demak  dan Majapahit akhirnya berimbang.

Selanjutnya melalui jalan diplomasi Patih Wanasalam dan Sunan Kalijaga, peperangan itu dapat dihentikan. Adipati Terung yang memimpin lasykar Majapahit diajak damai dan bergabung dengan Raden Patah yang ternyata adalah kakaknya sendiri. Kini keadaan berbalik. Adipati Terung dan pengikutnya bergabung dengan tentara Demak dan menggempur tentara Majapahit hingga ke belah timur.

Pada akhirnya perang itu dimenangkan oleh pasukan Demak.

Read more about Sejarah Sunan Kudus

Cerita Legenda Sunan Kalijaga

Sunan Kalijaga

1. Asal Usul Sunan Kalijaga

Sudah banyak orang tahu bahwa Sunan Kalijaga itu aslinya bernama Raden Said.

Putra Adipati Tuban yaitu Tumenggung Wilatikta. Tumenggung Wilatikta seringkali disebut Raden Sahur, walau dia termasuk keturunan Ranggalawe yang beragama Hindu tapi Raden Sahur sendiri sudah masuk agama Islam.

Sejak kecil Raden Said sudah diperkenalkan kepada agama Islam oleh guru agama Kadipaten Tuban. Tetapi karena melihat keadaan sekitar atau lingkungan yang kontradiksi dengan kehidupan rakyat jelata maka jiwa Raden Said berontak. Gelora jiwa muda Raden said seakan meledak-ledak manakala melihat praktek oknum pejabat Kadipaten Tuban di saat menarik pajak pada penduduk atau rakyat jelata.

Rakyat yang pada waktu itu sudah sangat menderita dikarenakan adanya musim kemarau panjang,  semakin  sengsara,  mereka  harus  membayar  pajak  yang  kadangkala  tidak  sesuai dengan ketentuan yang ada. Bahkan jauh dari kemampuan mereka. Seringkali jatah mereka untuk persediaan menghadapi musim panen berikutnya sudah disita para penarik pajak. Raden Said yang mengetahui hal itu pernah mengajukan pertanyaan yang mengganjal di hatinya. Suatu hari dia menghadap ayahandanya.

Read more about Cerita Legenda Sunan Kalijaga