Dasar Belajar Ilmu Jawa dan Ilmu Ghaib untuk Menjadi Orang Sakti

Dasar Belajar Ilmu Jawa dan Ilmu Ghaib untuk Menjadi Orang Sakti – Sebelum belajar ilmu Kejawen atau keilmuwan Jawa, tidak semudah membalik telapak tangan dengan begitu saja melakukan tirakat. Ilmu Kejawen dapat dikuasai tidak hanya dari tirakat, dari meditasi, bertapa dan melakukan ritual saja melainkan ada salah satu dasar atau pondasi penting yang harus diketahui. Mengapa terkadang seseorang gagal menguasai Ilmu Kejawen meski sudah melakukan tirakat sesuai aturan? Salah satu faktornya adalah karena dia tidak tahu pondasi belajar keilmuwan Jawa.

Dari hasil pengalaman Kang Masrukhan, seorang Pakar Ilmu Spiritual Kejawen membuktikan bahwa pondasi ini adalah hal penting yang menentukan keberhasilan seseorang dalam menguasai keilmuwan Jawa. Setelah lama beliau menelusuri berbagai berbagai macam metode lelaku dari beberapa paranormal asli Jawa, akhirnya Kang Masrukhan bisa menyimpulkan dasar-dasar utama para Guru Ilmu Jawa dalam mempelajari ilmu gaib jawa atau disebut ngelmu ghoib kejawen. Sebelum mereka mempelajari ilmu kadigdayan baik itu ilmu kanuragan atau ilmu gaib metafisika apapun, dalam pelajaran asli orang jawa mereka diharuskan lebih dulu mengenali jati diri, siapa diri kita sesungguhnya

Jati diri itulah yang menjadi pondasi belajar Ilmu Jawa. Menemukan Jati Diri tentu tidak lah mudah. Perlu ketekunan, kesabaran, keuletan dan pantang menyerah. Tirakat yang tidak melanggar aturan, ritual yang tidak musyrik / syirik, serta menghindari perbuatan maksiat / negatif. Dalam tahap ini harus ada guru pembimbing yang bisa mengarahkan seseorang mencari Jati Dirinya sebagai manusia di hadapan Tuhan / Allah SWT.

Proses Mencari Jati Diri dalam Belajar Ilmu Jawa

Proses mencari jati diri ini meliputi perjalanan spiritual untuk menemukan kembaran diri, yaitu sedulur papat limo pancer kakang kawah adi ari-ari. Ini merupakan pembentukan wadah atau pondasi yang kokoh agar kuat dalam menerima ilmu apapun nantinya. Jika tidak melakukan langkah awal ini, maka dikhawatirkan orang yang belajar ilmu jawa akan dikendalikan oleh ilmu mereka sendiri nantinya dan ini bisa berakibat tidak baik, misalnya akan menjadi orang jahat atau bisa juga bingung dan linglung, bahkan bisa gila.

Nah, mengapa setelah seseorang menemukan Jati Diri dirinya dianggap aman ketika mempelajari Ilmu Jawa lainnya? Hal ini dikarenakan seseorang yang sudah menemukan jati dirinya maka Gurunya bukan lagi dari golongan sesama manusia melainkan Guru Sejati yang ada dalam diri orang itu sendiri. Dalam istilah jawa disebutkan Guru Sejati Dumunung Ono Ing Telenging Ati, artinya guru yang akan kita tanya ataupun yang akan selalu mengingatkan kita adalah hati kita sendiri yang sudah kita kenali.

Guru Sejati dalam Diri Manusia Seteleh Belajar Ilmu Jawa

Setelah seseorang mempelajari Ilmu Jawa, maka Guru Sejatinya akan menjawab dan mengingatkan seseorang itu dalam wujud roh yang bisa diajak berdialog. Namun roh tersebut tidak bisa diajak berdialog dengan orang lain. Wajahnya mirip dengan diri sendiri.

Dalam istilah jawa guru sejati disebut kakang kawah, yaitu saudara tertua yang selalu mengajak berbuat baik. Dalam wujud fisik, kakang kawah adalah air ketuban yang pecah sebelum kita lahir untuk memberikan jalan kepada si jabang bayi, kemudian disusul bayi atau pancer. Selanjutnya disusul ari-ari atau batur, yang berstatus sebagai adik karena keluarnya paling terakhir.

Menurut para pakar Ilmu Kejawen, kakang kawah dan adi ari-ari jumlahnya ada empat dan wajahnya semuanya seperti kita. Masing-masing menempati empat penjuru mata angin, yang paling tua kakang kawah berada di timur, dan yang lainnya berada di selatan, barat dan utara, kemudian yang di tengah adalah pancer atau kita sendiri. Mereka berkumpul menghadap kearah kita dengan tujuan menjaga kita oleh perintah Gusti engkang murbeng dumadi, yaitu Tuhan yang maha esa.

Jika kita sudah gawok ( sudah mengenal mereka), kita bisa berdialog dengan mereka kapanpun dan dimanapun, karena mereka selalu menemani kita sejak dalam kandungan hingga mengantarkan kita menghadap yang maha kuasa kelak. Demikian pondasi dasar mempelajari Ilmu Jawa menuju kesaktian abadi. Semoga bermanfaat untuk anda, BARAKALLAH.

 

72 kali dilihat, 6 kali dilihat hari ini

Artikel Lainya:

  • ilmu jati diri yg paling sakti dan ampuh

Tinggalkan Balasan