doa-orang-teraniaya

Doa Orang Teraniaya dan Tersakiti dari Al Qur’an, Mujarab Mengatasi

Doa Orang Teraniaya dan Tersakiti dari Al Qur’an, Mujarab Mengatasi – Menjadi orang yang teraniaya atau dalam agama Islam biasa disebut dengan “zalim” yang bermakna “celaka” adalah suatu perbuatan yang tidak terpuji dan sangat dimurkai Allah SWT. Perbuatan zalim secara istilah dapat diartikan sebagai berbuat aniaya atau mencelakakan orang lain dengan maksud dan cara yang keluar dari ajaran syariat Islam.

Dzalim adalah perbuatan terlarang yang tidak sesuai dengan tempatnya. Jadi, zalim atau “menzalimi” baik orang lain maupun diri sendiri dengan tujuan apapun, tidak dibenarkan dalam Islam. Beberapa contoh perbuatan yang dapat dikategorikan dalam tindakan zalim adalah seperti memelihara penyakit hati, membicarakan keburukan orang lain, mengumbar aib tetangga, fitnah dan sebagainya.

Doa Orang Teraniaya

أَمَّنْ يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَاءَ الأرْضِ أَإِلَهٌ مَعَ اللَّهِ قَلِيلا مَا تَذَكَّرُونَ

AM MAY YUJĪBUL-MUḌṬARRA IŻĀ DA’ĀHU WA YAKSYIFUS-SŪ`A WA YAJ’ALUKUM KHULAFĀ`AL-AR, A ILĀHUM MA’ALLĀH, QALĪLAM MĀ TAŻAKKARN

Artinya : “Atau siapakah yang memperkenankan (do’a) orang yang dalam kesulitan, apabila ia berdo’a kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan, dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah di samping Allah ada ilah (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingat-ingat(-Nya).”
Doa orang teraniaya tersebut diambil dari Al-Qur’an Surah An-Naml ayat 62. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Allah SWT sangat tidak menyukai orang yang berbuat zalim. Bahkan menghalalkan kaum yang terzalimi saat mereka mengucapkan doa balasan kepada yang zalim atas mereka. Meski begitu, Islam tetap mengajarkan perbuatan baik untuk melawan zalim dan akan meruntuhkan segala dosa kita jika kita mau memaafkan. Dalam agama Islam, kiranya kita mengaku beriman maka penuhi iman itu dengan ketaqwaan.