Doa-Penghapus-Dosa-Ghibah

Terlanjur Ghibah, Bacalah Doa Penghapus Dosa Ghibah Ini

Terlanjur Ghibah, Bacalah Doa Penghapus Dosa Ghibah Ini – Dosa, siapa yang tak pernah melakukan tindakan yang berujung dosa? Tentunya semua manusia pernah dan senantiasa memilikinya.

Salah satu dosa yang kerap dilakukan tanpa disadari adalah dosa yang datangnya dari ghibah atau membicarakan keburukan orang lain kepada orang lainnya di belakang orang yang dibicarakan. Seringkali kegiatan membicarakan orang lain ini dianggap lumrah. Namun tahukah Anda bahwa ghibah ini dosanya sangat besar dan mampu mendatangkan siksa di akhirat?

Lantas, bagaimana kemudian jika sudah terlanjur berghibah? Adakah doa sebagai penghapus dosa ghibah?

Jawabannya tentu ada, namun nyatanya penghapusan dosa ghibah itu tebusan atau kafarahnya adalah berupa taubat kepada Allah dan harus meminta maaf secara langsung kepada orang yang diguncingkan.

Namun begitu, apabila keadaan tak memungkinkan untuk meminta maaf secara langsung karena beberapa kondisi, maka doa kafarah ghibah ini dapat Anda amalkan.



Doa penghapus dosa ghibah

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلَهُ

“Allaahummaghfir Lanaa Wa Lahuu”

Terjemah Arti : “Ya Allah, ampunilah kami dan ia (orang yang digunjing).” (HR. Hakim).



Hikmah pengamalan

Doa ini merupakan permohonan ampun kepada Allah yang dapat diamalkan kapanpun utamanya saat telah melakukan dosa ghibah. Namun begitu, perlu diingat bahwa taubat untuk tidak mengulangi lagi itu jauh lebih baik karena dosa ghibah itu termasuk dalam kategori dosa besar. Hal ini telah dijelaskan dalam firman Allah SWT dalam Surat Al-Hujarat ayat 12 :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

Yaa ayyuhal ladziina aamanuj-tanibuu katsiirom minadh dhonni inna ba’dlodh-dhonni itsm. Walaa tajassasuu walaa yaghtab ba’dlukum ba’dloo. Ayuhibbu ahadukum ay-yak-kula lahma akhiihi maitan fakarihtumuuhu wattaqullaaha innallaaha tawwaabur rohiim.

Terjemah Arti :

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka (kecurigaan), karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.

Demikian doa yang dapat Anda amalkan kala terjebak pada pembicaraan yang mengarah ke dalam kegiatan ghibah. Semoga kita senantiasa dijauhkan dari dosa-dosa yang berasal dari mulut yang terkenal dengan bisanya. Aamiin.