video-penembakan-sadis

Hukum Menyebar Video Penembakan Sadis Muslimin di Selandia Baru

Hukum Menyebar Video Penembakan Sadis Muslimin di Selandia Baru – Aksi penembakan sadis terjadi sekitar pukul 13.40 waktu setempat, saat waktu Salat Jumat tanggal 15 Maret 2019. Tentu sebagai sesama muslim, kita merasa iba dan mengecam aksi biadab yang dilakukan oleh seorang teroris bernama Brenton Tarrant, yang menembaki saudara-saudara seiman kita. Ibarat sebuah jari yang terluka, maka matalah yang menangis. Hal ini berarti ketika saudara muslim kita tersakiti, maka seluruh kaum muslim merasakan kesedihan yang mendalam.

Namun tentu saja, seorang muslim perlu selalu menimbang sikapnya dengan ilmu di setiap keadaan. Berkaitan penyebaran video penembakan sadis tersebut, perlu kita perhatikan beberapa hal :

Menjaga wibawa Islam

Aksi penembakan membabi buta yang terekam jelas adalah penghinaan kepada kaum muslimin, terutama saudara-saudara kita yang menjadi korban. Seakan membunuh kaum muslimin itu begitu mudah seperti menembaki burung di sawah. Dengan tidak menyebarkan video tersebut, berarti kita ikut andil dalam menjaga wibawa Islam dan kaum muslimin.

Menjaga kehormatan seorang mukmin saat hidup maupun setelah wafat

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

لا تسبوا الأموات فإنهم قد أفضوا إلى ما قدموا

“Janganlah kalian mencela orang yang telah wafat. Sesungguhnya mereka telah mendapatkan ganjaran atas apa yang telah mereka perbuat.” (HR. Bukhari)

Dalam video tersebut terekam para korban yang diperlakukan tidak manusiawi, sangat menjatuhkan martabat mereka. Apalagi mereka orang muslim. Tentu diantara bentuk menjaga martabat meraka, dengan tidak menyebarkan video sadis tersebut.

Menginspirasi orang-orang kafir yang lain

Jika alasannya adalah maslahat membangkitkan kecemburuan kaum Muslimin yang lain, kami memandang tidak harus dengan menyebar video tersebut. Melainkan bisa dilakukan melalui sarana lain, seperti objek visual lainnya yang lebih aman, seperti gambar atau video masjidnya atau objek lain.

Memancing kemarahan kaum awam yang hanya didasari emosional

Secara tidak langsung, menyebarkan video penembakan sadis bisa memicu aksi balasan yang tidak sejalan dengan kemoderatan Islam dan berdampak mencoreng Islam, yang barangkali memang direncanakan oleh orang-orang kafir. Sebaiknya kita menahan diri untuk tidak ikut andil menyebarkan video tersebut.

Demikian bisa disimpulkan, dengan beberapa hal tersebut yang perlu dipertimbangkan, maka sebaiknya kita tidak ikut menyebarkan video penembakan sadis muslimin yang terjadi di Selandia Baru.  Semoga Allah merahmati para korban dan memasukkannya ke dalam barisan syuhada. Serta mengokohkan kaum muslimin di New Zealand. Aamiin.