Kisah Syekh Abdul Qodir Jaelani Mengusir Iblis yang Menyamar

Kisah Syekh Abdul Qodir Jaelani Mengusir Iblis yang Menyamar – Syekh Abdul Qodir Jailani memang terkenal akan kesufiannya. Sebagai salah satu zuriyah Rasulullah SAW, beliau adalah penghulunya para wali.

Dalam perjalanan ruhaninya, Syekh Abdul Qodir Jailani adalah seseorang yang saleh dan tegas dalam menegakkan syariat.

Beliau tak pernah absen bermunajat menghadap Allah di tengah malam setiap harinya.

Saking dekatnya hubungan beliau dengan Allah SWT, godaan untuk menyesatkan pun semakin besar.

Suatu malam, Syekh Abdul Qodir Jailani seperti biasa bermunajat kepada Sang Kekasih.

Tiba-tiba, sebuah cahaya putih menyilaukan berpendar dari atas mihrab beliau. Bersamaan dengan itu, sebuah suara muncul dari arah cahaya tersebut.

“Wahai, Abdul Qodir! Akulah Tuhanmu. Dosamu sudah kuampuni. Dan engkau adalah kekasihku. Karena itu, apa pun yang kuharamkan bagimu hari ini telah aku halalkan.”

 

Sang Syekh terpana pada ucapan suara itu.

Namun, tak lama kemudian, hatinya memberi fatwa, ”Nabi Muhammad SAW adalah Nabi dan Rasul yang terakhir, maka Allah SWT tidak akan mungkin mengubah syariatnya.”


BACA JUGA:


Dialog Syekh Abdul Qodir Jaelani dengan Setan

Kemudian Syekh Abdul Qodir Jailani berseru kepada cahaya itu,

“A’udzu billahi minasy syaithanir rajiim. Kau bukan Tuhan. Kau adalah makhluk terlaknat! Enyahlah kau, iblis! Kalau tidak, akan kuhancurkan kamu!”

Cahaya tersebut tiba-tiba terbakar lalu padam dan menghilang.

Beberapa saat kemudian, terdengar suara dari puing-puing cahaya itu,

“Wahai Abdul Qadir, engkau selamat dari godaanku karena dua alasan.

Pertama karena ilmu (fiqih)-mu yang telah melekat dalam jiwamu, sehingga engkau mampu membedakan mana yang haq dan mana yang bathil

Kedua, karena kondisi spiritualmu dan ibadahmu, Allah SWT membukakan hatimu dan membimbingmu menuju jalan yang benar,” tegas suara tersebut.

Syekh Abdul Qodir Jailani menerangkan, “Apa yang aku miliki saat ini, semuanya hanya milik Sang Pencipta. Aku selamat darimu berkat Tuhanku.”

Suara tersebut kemudian melanjutkan,

“Perlu kamu ketahui Abdul Qadir, aku telah menyesatkan sebanyak 70 orang ahli ibadah dengan cara seperti ini dan hanya kamu yang selamat.

Dari mana kamu tau bahwa aku ini Setan?” tanya suara itu.

Keteguhan Menjaga Syariat adalah Ciri Wali Allah

“Semua karena fadhal dari Allah ﷻ. Aku diberi petunjuk oleh-Nya lewat perkataanmu tadi: ‘apa pun yang kuharamkan bagimu hari ini telah aku halalkan.’

Saat itulah aku mantap bahwa kamu adalah Setan, Iblis Laknatullah.

Sebab, jika memang Allah ﷻ ingin menghapus syariatnya, pastinya orang yang pertama kali akan terlepas dari syariat-Nya adalah para nabi. Dan itu adalah hal yang mustahil,” jawab Syekh Abdul Qadir al-Jailani panjang lebar.

Demikianlah kisah Syekh Abdul Qodir Jaelani melawan godaan iblis yang begitu halus. Sebuah kisah yang penuh hikmah yang dapat kita ambil.

Kisah ini menjadi bahan renungan bagi kita, bahwa sedekat apa pun kita dengan Allah SWT, tidak ada manusia yang memiliki hak istimewa yang bisa lepas dari syariat-Nya.

Jika Anda bertemu seseorang yang mengaku dirinya wali namun tidak menjalankan syariat Islam, ketahuilah. Orang itu bukan wali Allah, melainkan wali setan.

Sebab, setan selalu mengerahkan berbagai cara untuk menyesatkan manusia dari jalan yang lurus dengan godaan yang sangat halus.