Petilasan Sunan Kalijaga Di Gresik, Dua Al Qur’an Bertulis Tangan Dalam Goa Langsih

Petilasan Sunan Kalijaga Di Gresik, Dua Al Qur’an Bertulis Tangan Dalam Goa Langsih – Raden Said, atau yang sekarang lebih dikenal sebagai Sunan Kalijaga memang dikenal sebagai seorang petapa ulung. Beberapa daerah di wilayah Pulau Jawa, baik di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah maupun Jawa Timur pernah beliau singgahi. Tak heran bila banyak sekali petilasan petilasan Sunan Kalijaga yang tersebar di seluruh pulau Jawa. Salah satu petilasan luar biasa yang pernah ditinggalkan oleh Sunan Kalijaga yaitu dua buah Al Qur’an yang ditulis dengan tangan asli.

Petilasan Sunan Kalijaga di Gresik ini menjadi sorotan masyarakat, terlebih di daerah Goa Langsih. Dahulu, sebelum dikenal sebagai walisongo, Raden Said pernah bertapa di dalam Goa Langsih, di bukit Surowiti, Desa Surowiti, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik. Sampai saat ini, goa tersebut menjadi salah satu destinasi wisata religi yang sangat diminati masyarakat.

Menurut warga sekitar Goa Langsih tersebut, Raden Said pernah sebanyak 2 kali melakukan pertapaan disana. Pertama, ketika Raden Said belum menjadi Wali dan setelah menyandang gelar Wali, Raden Said kembali lagi ke tempat tersebut. menyandang gelar wali. Raden Said bertapa dengan Mbah Sloko yang makamnya ada di sekitar petilasan Sunan Kalijaga. Pada pertapaan pertama, Raden Said menemukan petunjuk sehingga beliau turun. Sementara Mbah Sloko masih di sana sampai Sunan Kalijaga kembali.

Di Goa tersebutlah dahulu Sunan Kalijaga melakukan dakwah dan membuka pengajian untuk umum. Warga setempat banyak belajar agama Islam Bersama Kanjeng Sunan di lokasi tersebut. Salah satu murid terbaik Sunan Kalijaga di sana adalah Raden Bagus Mataram.

Benda Petilasan Sunan Kalijaga di Gresik

Di daerah sekitar Goa Langsih, dipercaya masyarakat terdapat dua benda sebagai petilasan Sunan Kalijaga. Benda itu berupa dua Alquran yang tulisan tangan. Salah satunya ditulis dengan tinta emas. Dua benda ini terakhir kali disimpan di rumah kepala desa beberapa periode sebelumnya. Juru Kunci Goa Langsih menerangkan, kedua Alquran tersebut lebih tebal dibanding Alquran pada umumnya yaitu kurnag lebih 40cm tebalnya. Meski demikian, sang Juru Kunci tak bisa menerangkan siapakah penulis asli Al Quran bertinta emas tersebut. Apakah Sunan Kalijaga atau bukan. Selain dua buah Al Quran, petilasan Sunan Kalijaga di Gresik juga berupa pusaka namun keberadaannya tidak dapat diketahui.

Kehidupan Warga Gresik Sebelum Kedatangan Sunan Kalijaga

Sebelum Sunan Kalijaga tiba di wilayah Gresik untuk bertapa,, kehidupan masyarakat disana masih belum mengenal agama Islam. Bahkan beberapa dari mereka ada yang menyembah pepohonan. Kembang setaman dan kemenyan juga erat dengan kehidupan mereka. Sunan Kalijaga kemudian menyebarkan agama Islam disana dengan sangat halus, tanpa menghilangkan unsur-unsur seni dan budaya di daerah tersebut. masih kental dengan adat mereka yang juga disesuaikan dengan norma norma agama Islam.

Cara penyebaran agama Islam yang dilakukan Sunan Kalijaga ini sangat melekat di hati rakyat Gresik. Itu sebabnya, ada sebuah tempat di sana yang dipercaya warga sebagai Makam Sunan Kalijaga. Bahkan, meski sejarah terang mencatat bahwa makam Sunan Kalijaga berada Kadilangu, dekat Kota Demak ada dupa dan kembang yang ditaruh di pintu masuk makam. Petilasan Sunan Kalijaga di Gresik tetap menjadi penghormatan bagi beliau dari masyarakat Gresik.

Tinggalkan Balasan